Webfic
Buksan ang Webfix app para sa higit pang kahanga-hangang content

Bab 197

Setengah dari wajah Lucio diterangi cahaya, sementara bagian lainnya gelap. Bayangan yang berkedip-kedip di wajah pria itu membuatnya terlihat misterius dan mengintimidasi. Entah berapa lama waktu telah berlalu atau mungkin waktu hanya berhenti. Akhirnya tatapan Lucio menunjukkan keterasingan yang selalu kuinginkan. Seolah hanya sedang menilai ulang diriku dan terkekeh pelan. "Nana, jangan bilang selama ini kamu dan Michael yang mempermainkanku selama ini." Dia jelas tersenyum, tetapi aku merasa merinding. Aku mengatupkan bibir, tahu tidak ada gunanya menyangkal dan hanya mengaku, "Benar, semua itu ideku." Aku telah menahan diri selama beberapa ini hanya untuk menunggu hari ini tiba. Aku ingin Lucio tahu ada beberapa hal tidak akan pernah bisa diubah. Kecuali bercerai. Kalau tidak, kita berdua hanya akan saling menyakiti. "Bagus, bagus sekali." Sepertinya Lucio tidak punya kata lain selain berkata "bagus" sebelum berbalik pergi. Aku tidak bisa melihat ekspresinya, tetapi bisa merasakan

Naka-lock na chapters

I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content

I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser

© Webfic, All rights reserved

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.