Webfic
Buksan ang Webfix app para sa higit pang kahanga-hangang content

Bab 201

Di rumah sakit. Jorel berjalan masuk dan melirikku dengan datar, "Ketahuan?" Nada bicaranya seperti sedang menertawaiku, aku sangat kesal jadi tidak menjawabnya. Mendengar itu, Lucio langsung melirik Jorel dengan dingin. Jorel menyadari tatapannya, dia tertawa dan tidak berpura-pura lagi sambil berkata, "Karena kamu sudah tahu, jadi aku nggak perlu menyembunyikannya lagi." "Jadi kamu sudah tahu sejak awal?" Lucio menatapnya dengan tajam, dia tersenyum dingin dengan penuh sindiran. "Kamu sudah tahu dia hilang ingatan?" Jorel menganggukkan kepalanya, "Saat lihat laporan pemeriksaannya, aku sudah tahu ada yang nggak beres, tapi aku penasaran butuh berapa lama kamu baru menyadarinya?" Lucio menghela napas berat seperti sedang berusaha menahan emosi marahnya. "Karena kamu sudah tahu, kenapa kamu nggak kasih tahu aku?" Dia bertanya pada Jorel. Jorel merentangkan bahunya dengan acuh tak acuh, "Kan aku sudah bilang tadi, aku mau tahu kapan kamu menyadarinya." Dia mengepalkan tangannya erat, "J

Naka-lock na chapters

I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content

I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser

© Webfic, All rights reserved

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.