Webfic
Buksan ang Webfix app para sa higit pang kahanga-hangang content

Bab 204

"Aku nggak pernah bilang begitu." Lucio mengerutkan kening dan menyela, "Aku cuma merasa kamu suka cemburu, tapi cuma itu. Aku nggak pernah punya pikiran lain tentangnya." "Benarkah?" Aku menepis tangannya, "Hari itu di tepi kolam renang, Junia-lah yang mendorongku dan menyuruhku buka mata lebar-lebar untuk lihat siapa yang akan diselamatkan. Seperti yang diduga, kamu menyelamatkannya. Masih berusaha membela diri di depanku?" Wajah Lucio langsung menjadi muram seolah terkejut sekaligus marah. "Kenapa nggak bilang padaku?" "Untuk apa aku bilang padamu?" Aku sudah mulai kesal. Lucio menarik napas dalam-dalam seolah sedang menahan sesuatu. Setelah beberapa saat, dia berkata dengan suara serak, "Natalie, aku tahu kamu hilang ingatan, makanya kamu nggak percaya padaku. Kalau ingat, aku nggak perlu menjelaskan semua ini." Aku mencibir dan tidak peduli padanya. Dia terdiam cukup lama dan menatapku. "Kamu benar-benar nggak ingat?" Lagi pula aku sudah lama kehilangan ingatan, tetapi dia sama se

Naka-lock na chapters

I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content

I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser

© Webfic, All rights reserved

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.