Bab 206
"Kamu bisa minta hal yang lain selain hal ini ...."
Lucio tidak ingin melepaskan tangannya, dia berkata di telingaku, "Setelah kamu ingat kembali, baru kita bicarakan masalah perceraian kita."
"Apakah kamu kira aku nggak akan cerai denganmu setelah ingatanku kembali?" tanyaku sambil mengerutkan keningku.
Pria itu tidak menjawab pertanyaanku, tapi terlihat jelas jika dia berpikir seperti itu.
Aku mencibir. "Nggak ada gunanya, Lucio. Karena Tuhan membiarkanku melupakan hal ini, itu berarti aku nggak harus mengingatnya. Mungkin saja ini Tuhan sedang kasih aku kesempatan untuk meninggalkanmu."
Aku sangat tidak ingin mengingat kembali ingatan itu, aku tidak ingin kembali menjadi diriku yang berusia 25 tahun ....
Pria itu juga tidak memiliki cara lain, dia hanya bisa menahanku untuk sementara.
Aku menjalani kehidupanku seperti biasa, tapi tidak disangka Junia akan datang menemuiku.
"Natalie, ayo kita bicara."
Kondisi Junia terlihat mengenaskan saat ini, terdapat lingkaran hitam di bawah mata

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link