Webfic
Buksan ang Webfix app para sa higit pang kahanga-hangang content

Bab 39

Setelah selesai berbicara, pelayan segera pergi. Aku menatap punggungnya dengan merasa bingung. Apakah aku akan menyesalinya? Memang orang yang dekat dengan Lucio, punya sifat yang sama dengan Lucio. Satu atau dua dari mereka mengira aku akan menyesalinya. Aku merasa heran, kembali ke kamar dan menutup pintu. Tidak lama kemudian, Shella bergegas mendekat. "Shella, apa kamu sakit? Sakit di bagian mana?" Dia tampak cemas lalu menatapku dari atas ke bawah. "Aku baik-baik saja." Begitu melihatnya, emosiku sedikit mereda. "Kenapa Lucio bilang kamu sakit dan memintaku untuk membawamu ke rumah sakit?" Aku menghela napas dan berkata, "Aku berbohong padanya." "Kamu berani berbohong padanya?" Shella menatapku dengan ekspresi terkejut. "Kamu benar-benar berubah." Shella bergumam, "Sebelumnya kamu nggak berani melakukan hal seperti itu." "Baiklah, jangan bicarakan dia lagi." Aku sedikit kesal saat mendengar nama Lucio. "Aku perlu bantuanmu." "Apa?" "Aku mau pergi mencari Michael. Kalau sudah waktu

Naka-lock na chapters

I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content

I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser

© Webfic, All rights reserved

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.