Bab 42
Melihat Shella dipersulit oleh mereka, aku melangkah maju dan mengeluarkan hadiah yang telah kusiapkan. "Aku datang untuk meminta maaf kepada bos kalian. Ada bir kesukaannya di sini, kamu yakin nggak mau membiarkan kami masuk?"
Wanita itu mencibir.
Pelayan di samping datang dan berbisik di telinganya, "Kak Harisha, bagaimana kalau kita beri tahu bos? Dia paling suka mengoleksi barang-barang ini. Kulihat sepertinya bir yang dia bawa cukup berkualitas ...."
Wanita yang bernama Kak Harisha itu mendengus dan menatapku. "Tentu saja bagus kalau itu bir dari orang lain, tapi kita nggak menginginkan apa pun dari wanita ini!"
Setelah mengatakan itu, aku dan Shella saling berpandangan.
Benar saja, firasat kami benar. Wanita ini pasti mengenalku dan memiliki rasa permusuhan yang mendalam terhadapku.
"Karena kamu bukan bos di sini, berarti kamu nggak bisa membuat keputusan."
Aku menatapnya dengan dingin. "Aku bisa masuk atau nggak itu tergantung pada bos kalian."
Sepertinya Harisha tidak menyangka

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link