Bab 2261
Tatapan Harvey tegas dan tajam.
Dia bertemu dengan Teresa Thompson di tempat di mana Lilian diduga disandera.
Apakah ini hanya kebetulan yang sederhana? Atau ini sudah direncanakan selama ini?
Pikiran yang tak terhitung jumlahnya melintas di benak Harvey, tetapi dia masih melakukan tindakan terkejut.
"Oh! Kau rupanya!"
"Kebetulan sekali. Akungnya, aku punya sesuatu untuk dilakukan. Mari kita bicara lain kali.”
Ketika Teresa melihat bahwa Harvey akan menyelinap pergi, dia dengan keras kepala memegang tangannya.
"Tunggu! Aku masih belum tahu namamu, penyelamatku,” kata Teresa pelan.
"Aku Teresa."
Wajah Teresa begitu dekat, hampir menempel pada wajah Harvey. Di bibirnya ada senyum cemerlang, dan matanya berbinar.
Aroma khas seorang wanita muda memenuhi lubang hidung Harvey, membuatnya sedikit tidak nyaman.
Harvey melepaskannya tanpa sadar, segera mundur selangkah.
“Tidak pantas kita bersentuhan seperti ini, Nona Thompson. Juga, tolong panggil aku Harvey. Jika kau terus memangg

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link