Bab 76
"Ngomong-ngomong, Joana sudah pergi ke luar negeri."
"Kapan?"
"Sudah seminggu, dan belum kembali."
Kayla merasa ada yang tidak beres. Dia menelepon Leona dan baru tahu bahwa urusan bisnis Joana kini sepenuhnya ditangani oleh rekan bisnisnya. Dua hari lalu, nomor Joana masih aktif, tetapi hari ini sudah tidak bisa dihubungi.
"Nggak apa, kita abaikan dulu."
"Kalau begitu ... jejak si dalang pemberi obat jadi terputus," kata Rycca, masih merasa tidak tenang karena belum menemukan siapa orang itu.
Kayla menoleh dan tersenyum pada Rycca. "Selama bertahun-tahun ini, toh aku baik-baik saja. Ke depan, aku akan lebih hati-hati."
Mengingat kejadian pemberian obat itu, Rycca masih bergidik. "Untung waktu itu bertemu Pak Yogi. Kalau nggak, seorang gadis ... gimana bisa selamat?"
Tenggorokan Kayla terasa perih. "Syukurlah, aku sangat beruntung."
Kayla selalu punya sikap positif. Rycca sangat menghargainya, tetapi tetap merasa iba. Seorang wanita berjuang sendirian di luar sana, tanpa perlindungan.

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link