Bab 22
Setelah konferensi pers berakhir, Fajar mengerahkan semua sisa koneksi dan sumber dayanya. Akhirnya, dia kembali menemukan keberadaan Wulan.
Dia ada di Swiss, di sebuah kota kecil di pegunungan yang sunyi. Tampaknya Wulan sedang tinggal di sana untuk mencari inspirasi desain baru.
Tanpa menunda, Fajar langsung terbang ke sana. Kali ini dia datang sendirian, tanpa pengawal, tanpa sikap angkuh, hanya sebagai seorang pria yang sedang mengejar orang yang dicintainya. Berdasarkan alamat yang didapat, dia menemukan sebuah rumah kayu di pinggiran kota, dikelilingi pegunungan bersalju dan hutan pinus.
Fajar berdiri di balik pagar, memandang ke dalam halaman. Di sana, Wulan duduk di kursi rotan, dengan selimut tipis menutupi kakinya. Di depannya ada papan gambar, dan dia tampak sedang membuat sketsa.
Sinar matahari menyelimuti dirinya, menciptakan suasana yang tenang dan indah.
Jantung Fajar berdegap kencang, hampir menembus dadanya.
Dia menarik napas dalam-dalam, lalu dengan hati-hati membuka

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link