Webfic
Buksan ang Webfix app para sa higit pang kahanga-hangang content

Bab 1632 Sekarang, Saatnya Bergiliran Meminta Belas Kasihan

Orang itu terlihat sangat kesakitan saat diangkat oleh Zayn seperti itu. Namun, dia tidak memiliki keberanian untuk meratap karena takut menyinggung Zayn sang dewa pembunuh. Ya, Zayn adalah perwujudan dari dewa pembunuh di hati mereka sekarang. Dia hanya bisa bersusah payah menahan rasa sakit saat menggelengkan kepalanya berulang kali dan memohon, “Tidak, tidak, tidak. Itu bukan ideku. Itu bukan salahku. Tuan, tolong lepaskan aku. Aku tidak akan pernah melakukannya lagi…” Anak tak tahu diri itu sangat ketakutan dan seluruh tubuhnya gemetar panik saat dia dihadapkan oleh tekanan besar yang Zayn berikan. Zayn membenci seorang pengecut sepertinya, jadi dia berkata dengan jijik, “Kau sudah merasa begitu ketakutan bahkan sebelum aku melakukan apa pun. Kau adalah aib bagi keluargamu." Ia malu dan merasa bersalah mendengar ucapan Zayn. Namun, dia sama sekali tidak mampu merasakan kemarahan atau kebencian, hanya ketakutan dan penyesalan yang tak ada habisnya memenuhi hatinya. Dia tidak aka

Naka-lock na chapters

I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content

I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser

© Webfic, All rights reserved

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.