Bab 291
Mata Merry tampak berkaca-kaca.
Cahaya di atas kepalanya menghasilkan bayangan yang menyilaukan, membuat wajah tampan pria itu menjadi lebih putih dan lebih sempurna.
Mata Merry sedikit memicing saat melihat pria itu berjalan menghampirinya perlahan.
"Aku makan sendiri," kata Merry dengan suara yang masih serak.
Shayne hendak mencium kening Merry dalam-dalam, tetapi Merry refleks menghindar.
Ciuman pria itu mendarat di tengah udara kosong.
Saat melihat ekspresi Merry yang penuh perlawanan, sorot tatapan Shayne menjadi gelap.
Dia mengangkat dagu kecil Merry dan mencium bibir Merry dalam-dalam lagi.
Shayne baru melepaskan Merry saat Merry nyaris kehabisan napas.
"Merry, aku sedih sekali mendengarmu membicarakan soal perceraian sepanjang hari. Jangan lagi melakukan hal-hal yang membuatku sedih, oke?"
Shayne menatap Merry dengan sorot nanar.
"Aku hanya nggak mau calon istriku kelaparan karena nggak makan, mengerti?"
Bibir Merry bergerak, tetapi pada akhirnya tidak mengatakan apa pun.
Setel

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link