Bab 329
"Aku benar-benar nggak ngerti dengan ucapanmu."
"Nggak ngerti? Aku yakin kamu ngerti." Merry menatapnya dengan dingin. "Marvin, apakah sejak awal kamu sudah tahu kalau Yuna tertarik dengan Shayne?"
"Aku nggak tahu apakah dia tertarik atau nggak, tapi ...." Marvin terkekeh. Suaranya yang berat dan magnetis terdengar sangat menggoda. "Aku bisa lihat tatapan nggak terima di mata Yuna dengan jelas."
Marvin menatapnya dengan bola matanya yang hitam pekat.
"Saat kita menemui mereka sebelum ini, Yuna jatuh dan duduk di tanah, aku merasa Shayne menolak untuk bawa dia keluar. Nggak peduli bagaimanapun juga dia adalah putri Presiden, wanita cantik yang sangat langka, dia pasti punya kearoganannya sendiri."
"Apakah kamu kira Yuna akan terima ditolak mentah-mentah olehnya?"
Merry menarik napas dalam-dalam. "Marvin, apa untungnya kamu bertindak seperti ini?"
"Apakah aku nggak boleh melakukannya kalau nggak ada keuntungannya?"
Kedua mata Marvin terlihat sangat cerah, senyumannya juga sangat dalam.
"

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link