Bab 372
Merry tersenyum tanpa suara. "Aku dan dia memang suami istri, tapi bagaimanapun juga kami adalah dua individu yang berbeda, nggak bisa mengambil keputusan menggantikan pihak lain. Kalau kamu ingin dia menerima, cukup yakinkan dia saja."
"Tapi, dia nggak mau menerima."
"Itu di luar kemampuanku."
Yuna menatapnya dengan mata penuh harap. "Kalau kamu yang menerima atas namanya, itu sama saja. Kamu istrinya, pasti tahu betapa pentingnya jam tangan itu baginya. Kehilangan barang itu tiba-tiba, pasti membuatnya merasa sedih."
Mendengar kata-kata menyedihkan itu, Merry malah merasa sangat lucu, bahkan sampai benar-benar tertawa.
Melihat tawa Merry, Yuna tampak bingung.
"Kamu ... kamu tertawa apa?"
Alis Merry terangkat sedikit, membawa pesona dingin sekaligus menggoda.
"Andaikan suatu hari nanti aku bukan lagi istrinya, dan posisi sebagai istri itu sangat penting. Menurut maksud Nona Yuna, sebelum bercerai, apa aku juga harus menghadiahkan seorang wanita untuknya?"
Shayne yang duduk di hadapann

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link