Bab 376
Yuna tertegun lama sekali, kemudian baru tersadar, lalu buru-buru mengejarnya.
"Eh, tunggu aku ...."
Merry kembali ke kamar tidur, melamun cukup lama. Baru ketika suara notifikasi pesan terdengar dari tubuhnya, dirinya tersadar.
Merry cepat-cepat mengambil ponsel yang diletakkan di meja.
Sampai layar berhasil dibukanya dengan cepat, baru dirinya sadar betapa terburu-burunya gerakan tadi.
"Aku sedang apa ini ...." Merry tak tahan memegangi kening, bergumam sendiri.
Saat membuka layar ponsel dan melihat tulisan di atasnya, sorot mata Merry sedikit meredup.
Bukan Shayne.
Dirinya ternyata sedang menantikan Shayne?
Merry menghela napas pelan, apa dirinya benar-benar sudah tidak bisa diselamatkan lagi?
Tatapannya kembali jatuh pada tulisan di layar ....
[Aku sudah menunggumu, jangan sampai aku harus datang sendiri mencarimu.]
Merry menunduk dan berpikir sejenak, akhirnya tetap bangkit meninggalkan istana.
Merry memang tidak banyak berhubungan dengan sosok seperti Marvin. Meski Merry tidak te

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link