Bab 39
Oliver berusaha menjelaskan, "Nona Sofie sendiri yang nggak berdiri dengan stabil, kakinya terkilir, makanya jatuh ke pelukanku."
Franciska langsung menyela, "Ah, sudahlah, tadi saat Sofie menyerahkan dokumen padamu, kamu sudah sengaja menyentuh tangannya! Kak Shayne, kalau kerja sama dengan pria cabul seperti ini, nanti dia pasti akan memanfaatkan pekerjaannya untuk berbuat seenaknya pada Sofie!"
Shayne menatap Sofie. "Sofie, apa yang Franciska katakan itu benar?"
Air mata sudah memenuhi pelupuk mata Sofie, nyaris menetes. Meski begitu, mendengar pertanyaan Shayne, dia tetap memaksakan senyum tipis.
"Shayne, masalahku ini nggak begitu penting. Jangan sampai karena aku, kerja sama ini jadi terpengaruh. Aku ... nggak apa-apa."
Dia tidak mengiakan, tetapi juga tidak menyangkal. Namun, setiap katanya terdengar seperti sedang berusaha menekan perasaan demi Shayne.
Franciska melirik ke arah Merry yang berdiri tak jauh darinya. Franciska berkata dengan nada menyindir, "Sofie, demi kepentinga

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link