Bab 455
Merry tersenyum tipis, tetapi sorot matanya dingin.
Apakah dia harus kembali ke negara asal setelah kesehatannya pulih?
Sebelumnya, Merry selalu berharap bisa cepat pulang. Namun, sekarang ... tiba-tiba Merry tidak ingin pulang secepat ini.
Sorot mata Merry berkilat. Dia mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan singkat.
Shayne pulang sangat larut. Begitu masuk, Merry samar-samar mencium bau amis darah dari Shayne.
Merry mengerutkan alis sembari mendongakkan tatapannya pada Shayne.
"Sudah ada hasil interogasinya?"
Shayne meletakkan makanan yang dibawanya, lalu menjawab dengan suara datar, "Belum. Dia bilang bukan dia pelakunya."
Mendengar jawaban ini, Merry tidak menunjukkan ekspresi kecewa. Dia sudah lama menduganya.
Merry terus berputar-putar pada masalah ini, tujuannya juga bukan untuk membuat Shayne memercayainya.
"Bisakah kita mendapatkan hasil dari interogasi terhadapnya?"
Mata hitam Shayne tampak dalam. "Nggak tahu. Dia masih mengeyel sekarang."
Marco bukanlah orang yang berment

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link