Bab 470
Mata hitam Shayne langsung berubah gelap. Aura di sekitarnya juga menjadi dingin.
Dengan ekspresi dingin, Shayne melihat wajah cantik Merry yang memerah karena marah.
"Shayne, dasar kamu bajingan!"
Shayne dengan lembut mengelus pipinya yang ditampar, lalu berkata dengan nada datar, "Kamu bisa berpikir begitu."
Mata Merry membelalak. Dia tidak melihat sedikit pun penyesalan atau permintaan maaf di wajah pria itu.
Saat berkata demikian, nada bicara Shayne datar seperti sedang membicarakan tentang cuaca.
Bagi Shayne, ini sepertinya bukan hal yang terlalu serius, dan sama sekali tidak layak diperhatikan, apalagi merasa bersalah padanya.
Bagaimana mungkin orang yang ahli dalam egoisme bisa mempertimbangkan perasaannya?
Merry menatap Shayne dan menamparnya lagi tanpa ragu.
Shayne tetap tidak menghindar, melainkan menatap Merry dengan sorot mata yang muram. Suaranya dingin seperti es.
"Merry, sebaiknya kamu hemat tenaga. Nggak peduli berapa kali kamu menamparku, itu nggak akan mengubah apa pu

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link