Bab 483
Merry tidak melakukan apa-apa lagi.
Shayne merangkulnya dengan puas dan berjalan ke arah lorong.
Dari kejauhan, kedua sosok itu terlihat sangat serasi bersama.
Setelah pesawat lepas landas, Merry bersandar di kursi dan memejamkan mata untuk beristirahat. Shayne tidak mengganggunya hingga Merry perlahan tertidur.
Penerbangan lancar, rasanya sangat nyaman.
Merry bermimpi buruk.
Merry jarang bermimpi. Setelah tiba di Negara Turnic, dia tidak pernah bermimpi buruk meskipun mengalami begitu banyak hal buruk.
Bahkan setelah diculik, Merry tidak mengalami mimpi buruk selama dirawat di rumah sakit.
Sekarang dia malah mengalami mimpi buruk setelah kembali.
Merry terbangun dengan napas terengah dan bercucuran keringat dingin.
Saat membuka mata, dia melihat wajah tampan tepat depannya.
Sorot mata pria itu terlihat khawatir. Dia menatap Merry, mengulurkan tangan untuk menyeka keringat dingin di dahinya dan bertanya dengan lembut, "Ada apa? Mimpi buruk?"
Pikiran Merry masih melayang, tetapi tubuhny

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link