Webfic
Buksan ang Webfix app para sa higit pang kahanga-hangang content

Bab 49

Merry awalnya tertegun. Kemudian, dia langsung menyadari jika Shayne benar-benar mengira bahwa ucapannya tadi adalah bentuk keinginan agar Shayne lebih sering pulang dan menemaninya? Jarak antara mereka yang terlalu dekat dan posisi yang sangat ambigu, membuat Merry merasa sangat tidak nyaman. Jelas-jelas mereka berdua pernah melakukan hal-hal yang begitu intim. Namun, sekarang, Merry malah merasa sangat tidak nyaman. Bahkan, mencium aroma tubuh pria itu saja sudah membuat Merry merasa muak. Merry mencoba mendorongnya menjauh. Akan tetapi, pria itu bagaikan batu karang, tak bergeming sedikit pun. Shayne menatap Merry lekat-lekat. Sepasang matanya yang dalam seperti kolam yang gelap, memantulkan sosok Merry dengan jelas. Shayne perlahan menundukkan kepalanya. Wajah tampannya makin mendekat dan terlihat jelas di depan mata Merry. Aroma segar dan lembut dari tubuh pria itu menjadi makin kuat. Hal itu membuat Merry mulai merasa panik di dalam hati. "Shayne, aku mau pulang." "Merry, aku sud

Naka-lock na chapters

I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content

I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser

© Webfic, All rights reserved

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.