Bab 504
Namun sepasang mata wanita itu terlalu jernih dan cerah. Saat bertatapan dengan mata yang tidak asing itu, Shayne tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun.
Merry benar.
Shayne tentu saja tidak mempertimbangkan perasaannya.
Melihat pria itu terdiam, Merry tersenyum datar.
"Untuk apa menipu diri sendiri? Kamu nggak terlalu peduli padaku, wajar saja kalau kamu nggak memikirkan itu. Jadi ... aku nggak pernah menyalahkanmu untuk hal seperti itu."
Masalah Yuna hanyalah sebuah pemicu.
Merry tidak peduli dengan sikap Shayne terhadap Yuna. Yang membuat Merry terusik adalah ternyata sikap pria itu tidak begitu berbeda terhadapnya.
Semuanya menjadi berbeda hanya karena Merry adalah istri Shayne.
"Meski nggak ada Yuna, kelak akan ada orang lain." Merry memalingkan wajah dan melihat ke luar jendela, "Cepat atau lambat, hal seperti ini pasti akan terjadi."
Merry tidak mengatakan apa pun lagi setelah itu, juga tidak mencoba membujuk Shayne untuk meninggalkannya.
Merry cukup memahami sifat pria ini, ya

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link