Bab 519
Saat membayangkan rasa malu di tampar di hadapan banyak orang, wajah Yuna langsung menjadi muram.
"Kamu benar-benar licik. Kamu memukulku di depan banyak orang, membiarkan semua orang melihat kamulah wanita yang sangat disayangi Shayne dan aku bukan apa-apa. Pada akhirnya ... mereka sampai nggak mengizinkanku masuk."
"Aku nggak berpikir sejauh itu," kata Merry dengan ketus, "Aku selalu tahu kapan harus membalas budi ataupun balas dendam. Kamu kira aku akan melupakan semua penderitaan yang kualami di Negara Turnic begitu saja?"
"Lalu sekarang? Kamu nggak berniat balas dendam, malah ingin membantuku?"
Merry tahu Yuna tidak akan percaya dengan mudah. "Dendam sudah dibalaskan. Hidup ini begitu panjang, untuk apa hidup dalam kebencian selamanya? Aku nggak berusaha membantumu, aku cuma mau membebaskan diriku."
Yuna menarik napas dalam-dalam, teringat semua penderitaan yang dia alami belakangan ini.
"Oke, aku akan percaya padamu untuk sekarang. Karena kamu akan membantuku, apa yang harus kula

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link