Bab 94
Merry menoleh untuk melihat ke luar jendela, mengabaikan Shayne begitu saja.
Shayne juga bukan orang yang banyak bicara, jadi mereka berdua tetap diam sepanjang perjalanan.
Sesampainya di Grup Lumanto, Merry dengan sopan mengucapkan terima kasih lalu pergi tanpa menoleh.
...
Sesampainya di kantor, Merry menelepon Kevin.
"Apa kamu tahu tentang kedatangan Ibu ke Kota Sheldon?"
Suara Kevin terdengar lembut di ujung telepon.
"Aku juga tahu kemarin. Ibu khawatir kamu sendirian, khawatir kamu akan terluka, jadi bersikeras datang menemuimu."
Alis Merry sedikit bergetar, hatinya merasa ragu-ragu sejenak. "Kak, menurutmu apakah aku harus memberi tahu Ibu masalah aku dan Shayne akan bercerai?"
"Kalau kamu bertekad untuk bercerai, maka tunggu sampai setelah perceraian baru memberi tahu Ayah dan Ibu."
Merry paham apa maksud Kevin. "Maksudmu, kalau aku memberi tahu Ayah dan Ibu bahwa aku akan bercerai sekarang, apakah ... mereka nggak akan mendukungku?"
Nada suara Kevin terdengar ringan, seolah men

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link