Bab 101
"Kamu pikir uangmu bersih?"
Hayden menggertakkan gigi, matanya berkilat liar seperti seekor binatang buas yang kelaparan.
Rosie tidak ingin memancing amarahnya, tapi juga tidak bisa kabur.
Dia hanya bisa diam-diam mengirim lokasi ke Carlo.
"Kamu menghubunginya?"
Hayden maju selangkah dan merebut ponselnya.
Rosie buru-buru mematikan layar.
Jadi ketika Hayden melihat ponselnya, tidak ada tampilan percakapan WhatsApp atau jejak panggilan.
"Hayden, aku dan Carlo sudah menikah, jangan berharap lagi. Jangan mempermalukan diri sendiri."
Dengan tenang Rosie mengambil kembali ponselnya.
Hayden terpaku di tempat. Dia jelas tidak percaya, malah berjongkok di depannya, menatapnya Rosie dengan tulus.
"Rosie, tunggu aku. Setelah aku menikah dengan Selina, Keluarga Parna akan menyerahkan proyek pemerintah ke kami. Setelah itu ayahku akan memberikan posisi di Departemen Transportasi padaku. Saat itu aku akan punya uang."
"Rosie, aku sudah tanda tangan perjanjian, setelah menikah Selina nggak akan ikut

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link