Bab 120
Saat Elda menerima pesan itu, dia dan Samuel sedang menata apartemen barunya yang luas.
"Rosie nggak enak badan dan ada di rumah sakit. Orang yang mengantarnya adalah pria yang sudah menyukainya bertahun-tahun."
Samuel tertawa. "Masalah seperti ini lebih baik serahkan pada Pak Carlo, biar dia belajar, supaya dia nggak lagi kirim pesan padaku tanya aku harus bagaimana."
"Kamu benar juga." Elda langsung menelepon Carlo.
"Kamu di mana?" tanya Elda.
"Lagi lihat rumah."
"Lihat rumah?" Elda terkejut. Seorang CEO masih harus turun tangan melihat rumah?
Belum sempat dia tanya lebih jauh, dari seberang terdengar suara manja Monica.
"Kak Carlo, yang ini bagus. Kita ambil yang ini saja."
Elda menyalakan pengeras suara dan menarik Samuel untuk ikut dengar.
"Pak Carlo sedang sibuk ya? Rumahnya dilihat sambil tiduran apa berdiri?"
Kening Carlo langsung mengerut. Dia melirik nama kontak di layar. "Bu Elda, ada perlu apa?"
"Aku nggak ada perlu. Istrimu yang ada perlu. Jadi, kamu sedang membawa istri o

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link