Bab 13
Pintunya saja sudah dicopot, kenapa nggak pindah malam ini saja?
Pindah ke apartemenku?
Rosie sempat tertegun, kata-katanya Carlo terus terngiang di kepalanya.
Hatinya agak goyah, tapi segera ditekan sebelum perasaan itu tumbuh.
"Carlo, sudahlah, cepat pulang saja. Banyak wanita bangsawan yang mengantre jadi pacarmu. Aku hanya pegawai kecil, mereka semua pasti lebih baik dariku ...."
Dia masih ingin melanjutkan, tapi langsung dibungkam oleh satu kalimat Carlo.
"Tapi nggak semua wanita punya kesempatan tidur denganku."
Ya ampun!
Ternyata pria dingin ini masih perjaka!
Pantas saja di hari pertama dia langsung menanyakan apakah mau mencoba jadi Nyonya Abner. Ternyata dia pria konservatif.
Rosie langsung merasa wajahnya memanas, buru-buru membuka botol air mineral dan minum dengan cepat.
"Kamu hati-hati malam ini. Telepon aku, kalau ada apa-apa."
Carlo bangkit, lalu berjalan keluar dari rumah yang berantakan itu.
"Carlo."
Rosie memanggil pria yang sedang berjalan melewatinya.
Carlo berhent

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link