Bab 154
Melihat kedua orang yang pergi itu, terpancar ekspresi yang sulit dimengerti di mata Tina.
"Kelihatannya kamu cukup akrab dengan Pak Garvin."
"Hanya pernah bertemu sekali, nggak ada hubungan lebih."
Rosie tidak ingin banyak bicara tentang itu. Dia tersenyum seraya meledek, "Aku pikir kamu nggak akan datang hari ini."
Tina mencari tempat duduk dan duduk bersampingan dengan Rosie.
"Aku yakin kalian semua sudah mendengar tentang hubunganku dengan Carlo. Tapi, nggak ada yang percaya padaku, termasuk Carlo."
Mata Tina memancarkan kekecewaan. "Kalau itu kamu, apa yang akan kamu lakukan?"
Rosie agak kaget mendengar pertanyaannya yang tiba-tiba.
"Yang sudah berlalu biarlah berlalu."
"Tapi aku nggak ingin menyerah."
"Pernahkah kamu berpikir, mungkin Carlo sudah melupakanmu atau mungkin sudah menyukai orang lain?"
Tina menyesap anggur sembari menatap Carlo yang tak jauh dari mereka.
"Carlo sudah melepaskanku, aku percaya. Tapi aku nggak percaya Carlo sudah pindah hati."
Di mata Tina, Carlo bukan

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link