Bab 164
Hari ini ulang tahun ke-70 Kakek Jurio. Ternyata Kak Carlo juga mengenal beliau, jadi semua orang di sini pun mengenal Rosie, Rosie pun sering menjenguk Kakek Jurio,.
Kakek Jurio sangat menyukainya.
Pesta belum dimulai, Kakek Jurio belum muncul. Saat itu, datanglah seorang pelayan perempuan.
"Pak Carlo, Kakek Jurio memanggil di halaman belakang, katanya bawalah Nyonya juga."
"Baik."
Carlo mengangguk pada pelayan itu, lalu menggandeng tangan Rosie dan berjalan ke arah belakang.
Meninggalkan Monica sendirian berdiri di bawah paviliun, merasakan embusan angin dingin.
Kali ini dia malah tidak dipanggil masuk.
Dirinya agak kesal.
Begitu sampai di halaman belakang ....
Kakek Jurio sedang bermain catur dengan seorang pria berusia sekitar lima puluhan yang berwajah tegas.
Kakek Jurio berkerut, di antara jari telunjuk dan jari tengahnya terjepit sebuah bidak hitam dari batu giok, lama tak juga dijatuhkan.
Rosie tersenyum kecil.
Carlo melihat Rosie yang menatap papan catur dengan serius, lalu me

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link