Webfic
Buksan ang Webfix app para sa higit pang kahanga-hangang content

Bab 166

Setelah berbincang cukup lama, Rosie mengambil tasnya dan pergi ke toilet. Setelah minum semangkuk sup ayam hitam, perut Rosie terasa lebih hangat. Dirinya mengusap perutnya, berjalan santai keluar. Sambil melihat ponselnya, Rosie mengirim pesan pada Carlo: [Jangan minum terlalu banyak, aku jalan-jalan di taman.] Balasan datang seketika: [Siap, Nyonya Besar.] Rosie tersenyum kecil, menyimpan ponsel, lalu berjalan-jalan ke sekitarnya. Seluruh halaman seperti sebuah istana kuno, penuh dengan nuansa antik, Lampu taman terpasang di mana-mana, dan lentera di atas pintu menambah kesan kemegahan. Rosie berkeliling tanpa tujuan hingga sampai di taman belakang yang disebut-sebut oleh Cheldina. Dia memutar ke sudut taman dan berhenti di bawah sebatang pohon plum musim dingin yang sedang berbunga. Senyum tipis muncul di bibirnya, teringat saat di negara Singor dulu dirinya pernah memberi bunga pada Carlo. Carlo bukan tipe pria yang menyukai bunga, tetapi waktu itu dirinya tampak senang sekali. Ka

Naka-lock na chapters

I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content

I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser

© Webfic, All rights reserved

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.