Bab 203
Malam itu, keduanya menanti pergantian tahun di menara tinggi.
Menara itu berupa sebuah kamar kecil yang dikelilingi rak-rak buku, di tengah ruangan terdapat kursi goyang dan meja, tempat mungil yang menenangkan dan indah.
Pelayan wanita membawa dua cangkir kopi.
Carlo dan Rosie bersandar satu sama lain.
Di luar, malam tahun baru bersinar temaram, kembang api berpendar di langit, memancarkan sinar gemilang yang menerangi malam.
Cahaya berwarna-warni menembus kaca jendela bergambar bunga bergaya abad pertengahan, menebar nuansa bak dalam mimpi.
Ting ....
Lonceng di menara kastel berdentang tepat pukul dua belas.
Dari luar jendela, ribuan kembang api merekah bersamaan.
"Rosie, selamat tahun baru."
"Carlo, selamat tahun baru."
Carlo menunduk, sementara Rosie mengangkat pandangannya, dua bibir itu saling menemukan tempatnya.
Ciuman itu lembut, hanya sentuhan ringan yang segera terhenti.
Dia bersandar di dada Carlo, pipinya bersandar lembut di dada pria itu, merasakan detak jantungnya yang

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link