Bab 216
Dia menenangkannya dengan suara lembut.
Polisi wanita di sampingnya telah melepaskan tali yang mengikat tangan dan kakinya.
Rosie tidak mampu berdiri, seluruh tubuhnya gemetar hebat, sama sekali tak sanggup menopang diri dan masih berada dalam kondisi lemas total.
Polisi menanyai beberapa hal dan mereka semua menjawab dengan jujur.
Saat semua bersiap meninggalkan tempat itu, Rosie tiba-tiba memanggil polisi.
"Aku punya cara agar kalian bisa menuntaskan kasus ini dengan cepat."
Semua orang saling berpandangan, kapten polisi melirik ke arah Yevan.
Yevan mengangguk.
Kapten pun menyetujui rencana itu.
Rosie menoleh dari pelukan Yevan, tatapannya tajam penuh amarah menancap pada pemuda itu. "Telepon dia, katakan kamu berubah pikiran dan minta bayaran lebih tinggi."
"..." Semua orang tidak mengerti.
Pemuda itu menoleh ke arah polisi, lalu polisi menendangnya hingga dia terjatuh terduduk di lantai. Dia ketakutan sampai buru-buru mengambil ponsel dan menelepon orang itu.
Dia menyalakan pengera

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link