Bab 245
Sekitar satu jam setelah selesai makan, orang itu tiba.
Dia masuk dengan jaket wol hitam, kemeja putih dan celana jins, serta sepatu bot hitam setinggi mata kaki.
"Halo, sudah buat janji?" Emily menyapa resepsionis.
"Sudah." Suara wanita itu terdengar jelas dan percaya diri. Dia menyebut nama Carlo.
Rosie yang sedang duduk di ruang teh mengenali suara itu.
Itu Patricia.
Entah trik apa yang wanita itu gunakan untuk membuat Carlo memesan gaun rancangan khusus untuknya.
Rosie mengerutkan kening, mengambil gagang teko dan menuangkan secangkir teh hijau untuk dirinya sendiri.
"Eiko, bawa Nona ini ke halaman belakang," kata Emily sambil tersenyum.
Eiko keluar dari halaman dalam dan menuntunnya masuk dengan senyuman profesional palsu.
"Halo, Nona, silakan ikuti aku," kata Eiko sambil memimpin jalan, "Hari ini Si Bodoh masuk angin dan nggak bisa menerima tamu. Bu Elda akan mengukur tubuhmu dan nanti Si Bodoh akan mengirimkan gambar desain sesuai kebutuhanmu."
"Tentu, nggak masalah." Patricia t

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link