Webfic
Buksan ang Webfix app para sa higit pang kahanga-hangang content

Bab 282

Wajahnya penuh tanda tanya: Ada apa? Rosie tersenyum, tidak terlalu memikirkannya. Mungkin karena sudah lama tidak keluar main, jadi sekalian mengajak lebih banyak orang untuk santai. Rosie dan Cheldina mengobrol tanpa henti. Cheldina pandai mencari topik, keduanya mengobrol dengan seru, sampai tidak sadar kalau orang-orang di belakang mereka sudah lebih dulu menunggang kuda dan pergi. Rosie sudah tidak mau jalan lagi, matahari sudah tenggelam, kakinya pegal. Tapi Cheldina bilang dia ingin jalan-jalan, karena sudah lama tidak bisa keluar rumah. Rosie tidak tega merusak kesenangannya, jadi dia menemani Cheldina berjalan kembali dengan pelan. Malam semakin larut. "Tulipnya wangi sekali, kamu cium nggak?" Rosie menggerakkan hidungnya. Aromanya begitu familier. Dia sangat menyukai wangi itu. Tapi di peternakan kuda Samuel jelas tidak menanam bunga tulip, apalagi wanginya sekuat ini. "Ada ya?" Cheldina tersenyum. Rosie melihat sekeliling. Para pengurus dan pelatih kuda sudah tidak ada. Bagi

Naka-lock na chapters

I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content

I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser

© Webfic, All rights reserved

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.