Bab 284
Garvin bisa melihatnya.
"Aku antar kamu pulang ya," kata Garvin.
Patricia berdiri di samping mobil dan menatapnya. "Pak Garvin ...."
"Sekalian lewat," ujar Garvin.
Patricia tidak bicara lagi.
"Berikan kunci mobilnya," ujar Garvin sambil mengulurkan tangan.
Patricia terdiam sejenak, lalu menyerahkan kunci.
Keduanya masuk mobil bersamaan.
"Kalau suka sama dia kenapa nggak kejar dari dulu? Kesempatan di depan mata, harusnya langsung ambil," kata Garvin.
"Dia nggak menyukaiku. Meski aku telanjang di sebelahnya, dia tetap nggak akan melirikku." Patricia menjawab datar.
"Sewaktu aku di rumah sakit, dari tatapan matanya aku tahu, meski langit runtuh, selama dia ada, wanita yang dia cintai nggak akan dia biarkan disakiti orang lain. Awalnya aku merasa konyol dan berpikir masih bisa bersaing."
"Tapi lama-lama aku sadar, hidup itu memang bukan bisa dijalani dengan siapa saja. Meskipun aku sehebat apa pun, kalau dia nggak suka, dia nggak akan bahagia."
"Menurutmu Rosie bagaimana?" tanya Garvin.
"

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link