Bab 29
Pukul sebelas malam, Rosie selesai menyortir sketsa.
Rosie melirik Carlo sekilas, berpikir harus cepat-cepat tidur sebelum Carlo menyusul.
"Aku tidur dulu."
Namun, tak disangka, Carlo mematikan laptopnya. "Aku juga sudah selesai."
Biasanya tidak pernah terlihat Carlo istirahat begitu awal.
Rosie pergi ke kamar mandi dengan pikiran melayang.
Apakah malam ini semuanya akan dimulai? Akan tetapi, aku belum siap ....
Benar saja, mereka berbaring bersama di tempat tidur.
"Klap!" Lampu dipadamkan.
Kegelapan menyelimuti mereka. Ketakutan pun menyelimuti Rosie.
Rosie berbaring miring di pinggir kasur, sedangkan Carlo tidur di tengah seperti biasa.
Rosie tidak bisa tidur. Badannya berkeringat dingin karena gugup. Dia ingin melepas selimut, tetapi takut untuk bergerak.
Entah bagaimana, tiba-tiba Rosie merasakan kehangatan di perutnya.
Seketika, tubuhnya tertarik ke belakang hingga jatuh ke dalam pelukan hangat.
Rosie tidak berani bergerak karena khawatir pria itu akan bertindak sembrono. Rosie ju

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link