Bab 33
Rosie berdiri di depan lift. Sambil memperhatikan bayangannya yang terpantul di pintu lift, Rosie merapikan helaian rambutnya dan memiringkan kepala.
Tak disangka, Carlo tiba-tiba muncul di sampingnya. Kepalanya yang miring persis bersandar di bahu pria itu.
Astaga!
Rosie kaget dan buru-buru berdiri tegak, menatap bayangan Carlo di pintu lift.
Carlo menengok ke arah Rosie.
"Pak Carlo, kenapa kamu di sini ...."
Carlo terdiam.
Apakah ini sindrom kerja? Rasanya seperti kembali ke kantor, ketika bertemu di depan lift.
"Carlo," koreksi Rosie segera.
"Bawa kamu jalan-jalan." Carlo terlihat cukup tenang.
Setelah akhirnya sudah lepas dari pandangan Carlo, Rosie tidak menyangka Carlo malah menyusul. Apakah Carlo sudah tidak punya kesibukan?
Bukankah CEO biasanya sangat sibuk? Carlo juga terlihat murung dalam dua hari terakhir, seperti sedang punya masalah. Namun, sekarang Carlo malah berminat untuk menemaninya jalan-jalan?
Ting ....
Pintu lift terbuka.
Carlo masuk lebih dulu dan menekan tombol

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link