Bab 62
Carlo mengangkat dagu Rosie, lalu menatapnya dengan lembut.
"Aku kira ...."
"Apakah aku terlihat seperti binatang buas?"
"Benar ...." jawab Rosie.
Rosie teringat dengan pertama kali mereka melakukan hal itu di rumah Carlo, pria itu benar-benar mirip seperti binatang buas. Jelas-jelas dia sudah meminta untuk berhenti, tapi pria itu masih terus melakukannya berkali-kali. Seolah-olah dia sehabis diberi obat kuat atau memang ahli dalam hal ini.
"..."
Carlo melepaskan tangannya, dia pasti telah memberi pengalaman pertama yang buruk pada wanita ini.
Hanya saja, Rosie tidak mengetahui saat Carlo melihatnya berbaring dengan ekspresi kesakitan, dia juga ingin berhenti. Tapi perasaan terjebak di antara harus berhenti atau tidak malah membuat Carlo menderita, jadi setelah itu Carlo berusaha sebaik mungkin untuk bersikap dengan lembut.
Jakun Carlo bergerak naik turun, lalu mengulurkan tangan untuk menyisir rambut pirangnya.
Rosie merasa hawa dingin perlahan-lahan menyelimuti dirinya. Pria itu meng

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link