Bab 1902
Berita itu menghantam mereka seperti kilat. Beberapa saat yang lalu, mereka masih dalam suasana pra-perayaan dan sekarang rasanya seperti diguyur dengan seember air sedingin es. Ini pasti sebuah lelucon!
Tuan Loador menatap murid yang berlutut di lantai dengan gemetar itu. “Katakan sekali lagi apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana Sembilan Penjaga bisa begitu kuat?” Suaranya bergetar dan dingin.
Murid itu sangat ketakutan sehingga kata-katanya mulai saling tumpang tindih. Dia jelas sadar bahwa dia tidak akan bisa meninggalkan ruang rahasia ini hidup-hidup jika dia membuat marah dua pria di depannya. Dia berhasil mengeluarkan kata-katanya, memastikan kepada Tuan Loador dan Tuan Mackenzie bahwa apa yang mereka dengar pertama kali adalah benar. Bahwa mereka tidak berhalusinasi sama sekali.
Itu normal bagi mereka untuk marah karena mengetahui bahwa semua orang terkuat mereka telah terbunuh dan mereka hanya tersisa adalah murid-murid yang lemah. "Keluar!" Meskipun perintah itu diucapkan de

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link