Bab 14
Sebuah gambaran samar tiba-tiba terlintas di benaknya ....
Lampu mobil yang menyilaukan, rasa sakit yang hebat, suara pria yang cemas memanggil namanya dan sepasang tangan hangat yang gemetar menekan lukanya dengan kuat ....
Suara itu ... perasaan itu ... terasa ... berbeda dari suara Kevin yang biasa.
Luna tertegun. Kenapa pikiran ini tiba-tiba terlintas di benaknya?
Kevin dengan tajam merasakan keraguan dan kepanikan sesaatnya. Seolah-olah telah menangkap sesuatu, Kevin mengamuk lebih ganas, suaranya melengking, "Apa yang terjadi padaku saat itu? Katakan padaku! Apa kamu mencoba mengatakan aku salah menyelamatkanmu? Apa kamu sudah lama ingin meninggalkanku? Luna, kamu nggak punya hati nurani!"
Sakit kepala Luna berdenyut hebat karena teriakannya. Keraguannya yang samar langsung tenggelam oleh tangisannya. Luna melambaikan tangannya dengan kesal, menyuruh para pengawal untuk membawa Kevin pergi dengan paksa.
Namun, begitu benih keraguan tertanam, diam-diam benih itu berakar dan bertun

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link