Bab 101
Cassia tidak sempat menghindar, matanya menatap si pria yang hendak menusuk tenggorokannya dengan belati.
Wuuush!
Tiba-tiba, sebersit cahaya yang berkilat dingin melesat dari posisi Arman dan mengenai ketiak pria itu dengan telak.
Ekspresi pria itu langsung berubah, tangannya berhenti bergerak di tengah udara seolah-olah berubah menjadi patung.
Cassia mengira pria itu masih terluka dari pukulannya yang sebelumnya, jadi dia memanfaatkan kesempatan ini dan mengayunkan kakinya dari samping. Cassia menendang perut pria itu dengan keras.
"Aargh!"
Pria itu langsung muntah dan jatuh tersungkur dengan kesakitan.
Duak!
Cassia mengayunkan kakinya yang satu lagi dan membuat pria itu jatuh pingsan.
Kali ini, Cassia tidak lengah lagi. Dia langsung mengeluarkan borgol dari pinggangnya dan memborgol tangan pria itu ke belakang punggung.
"Fyuh."
Barulah setelah itu Cassia menghela napas dengan lega.
Dia beruntung sekali barusan.
Untung saja dia gesit dan tanggap!
Setelah melihat Cassia berhasil menang

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link