Bab 122
Sebuah mobil BMW berwarna putih.
Mobil itu juga sudah membuntuti selama beberapa waktu.
"Kayaknya ada yang membuntuti kita," kata Cassia sambil mengernyit.
"Oh ya?"
Arman sontak merasa kaget.
Kenapa dia sama sekali tidak merasakan adanya aura jahat?
"Lihat mobil BMW putih di belakang kita itu? Dari tadi mobil itu membuntuti kita."
Cassia berujar dengan suara serius.
Arman pun langsung memperhatikan dari kaca spion. Ternyata memang ada sebuah mobil BMW berwarna putih yang mengikuti mereka dari belakang.
"Sofia?"
Sorot tatapan Arman langsung terlihat kaget.
Loh, bukannya itu mobil BMW 3201 milik Sofia?
"Sofia?"
Cassia pun terdiam, lalu akhirnya bertanya, "Oh, maksudnya pacarmu itu?"
"Eh ... dia bukan pacarku."
Arman baru menjawab setelah tertegun sebentar.
"Yah, paling bentar lagi."
Cassia menyahut sambil tersenyum dengan penuh arti, lalu bertanya, "Kalau dia terus membuntuti kita, itu berarti dia sangat khawatir denganmu, 'kan?"
"Wajar saja 'kan dia khawatir? Bu Cassia sendiri yang main

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link