Bab 160
Entah kenapa, Arman jadi merasa gelisah.
Arman menyadari ekspresi Marsha yang tidak biasa, jadi dia refleks bertanya, "Nona Marsha, apa kamu menderita penyakit parah?"
Hanya kemungkinan ini yang terlintas dalam benak Arman.
Dia tidak mungkin bertanya seperti ini jika bukan karena kekejaman dan sikap dingin Marsha terhadapnya dulu.
"Penyakit parah?"
Marsha pun mematung dengan kaget, lalu setelah menyadari apa yang terjadi, dia tersenyum lembut sambil berkata, "Nggak kok, aku baik-baik saja."
"Aku cuma penasaran saja apa kamu masih akan merindukan dan mengingatku kalau kita nggak bisa ketemu lagi habis ini."
Marsha berujar sambil menatap Arman dengan sungguh-sungguh.
Rasanya jantung Arman seperti berhenti berdetak selama sepersekian detik.
Dia ingin menjawab tidak akan.
Namun, lidahnya mendadak terasa kelu saat melihat ekspresi Marsha.
Fiuh.
Arman menghela napas di dalam hati, lalu menjawab dengan tenang, "Nona Marsha, kayaknya nggak mungkin ada yang sanggup benar-benar melupakan mereka

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link