Bab 210
Perkataan itu membuat ekspresi Thalia menjadi canggung tiba-tiba.
Ternyata Bu Cassia adalah teman Arman?
Arman pun tertegun.
Jelas sekali bahwa Arman tak menyangka Cassia akan membantunya.
Wanita ini cukup jujur, ya.
"Bu ... Bu Cassia tadi bilang kalau pecundang itu adalah teman Bu Cassia?"
Thalia mendongak dan sontak menatap Cassia tidak percaya.
"Siapa yang kamu sebut pecundang?"
Cassia langsung mengangkat alis hingga melengkung.
Jantung Thalia berdetak kencang karena ketakutan dan buru-buru menjelaskan, "Maksudku Arman adalah mantan suamiku. Dia dulu menghabiskan waktu lima tahun untuk memanfaatkanku dan berselingkuh selama pernikahan kami. Pada akhirnya, aku nggak tahan lagi dan mengusirnya. Bu ... Bu Cassia jangan sampai tertipu olehnya!"
"Apakah kamu meragukan penilaianku?"
Tatapan mata Cassia menjadi dingin.
"Ng ... nggak ... "
Wajah Thalia memucat.
"Kalau begitu diamlah."
Cassia berkata dengan penuh amarah.
"Baik ... "
Thalia langsung terdiam.
Dia tidak berani memprovokasi kepa

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link