Bab 218
Melihat pria yang berjalan perlahan dari pintu ruang perjamuan, raut wajah Marsha berubah.
Adrian akhirnya datang juga.
"Siapa kamu?"
Arman mengerutkan alisnya sambil menatap pria yang datang ke hadapannya.
Dia merasa pria ini adalah musuhnya.
"Aku Adrian, Wakil Jenderal dari Kota Yardan, juga tunangannya Marsha."
Adrian memperkenalkan dirinya sambil tersenyum menantang.
"Tunangan?"
Arman terkejut.
"Iya, kami akan nikah setengah bulan lagi. Marsha nggak pernah bilang, ya?"
Adrian berkata sambil menatap Arman dengan penuh tantangan.
"Nona Marsha, apa benar begitu?"
Arman melihat Marsha dengan kaget.
Marsha berusaha menghindari tatapannya, tetapi akhirnya mengangguk. "Iya."
Arman terkejut.
"Jadi ... kamu punya tunangan?"
Dia tampak tidak bisa memercayainya.
"Arman, aku ... "
Marsha merasa terguncang dan ingin menjelaskannya. Namun, Adrian menyela dengan dingin, "Marsha, ngapain jelasin ke orang kayak gitu?"
"Bocah, aku sudah dengar tentangmu. Kamu pikir dirimu siapanya Marsha? Kamu cuma

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link