Bab 222
"Sofia."
Arman menatap Sofia.
Ada sedikit rasa bersalah dalam tatapannya.
"Arman, kamu nggak apa-apa, 'kan?"
Sofia menatap Arman dengan cemas.
Dia tahu Arman adalah orang yang sentimental.
Kejadian tadi pasti membuatnya sangat terpukul.
"Aku nggak papa, kok."
Arman menggeleng dan makin merasa bersalah saat melihat gadis yang lembut dan baik di depannya.
"Kamu mau ketemu Nona Marsha, ya? Mau aku temani?"
Melihat rasa bersalah dalam tatapan Arman, Sofia menggigit bibirnya dengan kuat.
Dia akan selalu mendukung Arman, tidak peduli apa yang terjadi dan tidak peduli apa pilihan Arman!
"Kamu bodoh sekali."
Mata Arman tiba-tiba memerah.
"Arman, kamu kenapa? Jangan bikin aku takut."
Melihat Arman sangat berbeda dari biasanya, Sofia tiba-tiba merasa cemas.
"Aku beneran nggak papa."
Arman menarik napas dalam-dalam dan berkata dengan sungguh-sungguh, "Aku bukan ingin ketemu Marsha, cuma merasa ... "
"Merasa apa?"
Sofia bertanya dengan cemas.
Dia khawatir Arman akan merasa putus asa.
"Aku cuma mer

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link