Bab 304
Arman terus menelepon.
Ngung.
Di dalam kamar, ponsel yang diletakkan Sofia di meja samping tempat tidur bergetar lagi.
Namun, dia sama sekali tidak menyadarinya saat ini.
Dia melihat Harper dan yang lainnya dengan ketakutan dan terus mundur. "Apa yang mau kalian lakukan ...."
"Apa yang mau kami lakukan?"
Begitu Harper yang duduk di kursi roda melihat Sofia yang panik, api dendam terbakar di matanya. "Aku mau kamu menebus semua yang sudah dilakukan Arman!"
"Menebus semua yang sudah dilakukan Arman?"
Sofia terguncang dan di dalam hatinya semakin khawatir sama Arman. "Apa dia ... telah menyinggung kalian? Dia sekarang ada di mana, kalian nggak melakukan apa-apa padanya, 'kan?"
"Apa kamu begitu khawatir dengannya?"
Harper menggertakkan giginya dan matanya penuh dengan kekejaman. "Tapi, lebih baik kamu khawatirkan dirimu sendiri dulu! Kalau menghancurkanmu, dia pasti akan sangat menderita, 'kan?"
"Jangan, tolong ...."
Suara Sofia bergetar.
Dia tahu apa yang ingin dilakukan Harper padanya.
"

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link