Bab 359
"Kamu semuanya bagus, kamu itu satu-satunya di hatiku."
Arman menjawabnya.
Matanya penuh dengan ketegasan sekaligus kelembutan.
"Huh, orang yang berbohong akan disambar petir nantinya!"
Sofia menghela napas perlahan, tetapi hatinya merasa sangat senang.
"Disambar petir? Siapa takut!" kata Arman.
"Bodoh."
Sofia berbicara dengan nada manja, matanya berkilauan.
"Udah nggak sedih lagi?"
Arman tersenyum.
"Sudah nggak."
Sofia menggelengkan kepalanya.
"Ayo, kita bangun terus mandi, nanti aku oleskan kamu obat."
Arman menatap dengan lembut.
"Oke."
Sofia mengangguk lembut.
Setelah selesai mandi.
Arman mengoleskan obat pada Sofia.
Setelah diobati semalam, memar di lengan Sofia hampir hilang sepenuhnya, hanya ada beberapa bekas tersisa di punggungnya.
Mungkin satu hari lagi akan hilang sepenuhnya.
"Sofia, apa masih ada bagian yang sakit di tubuhmu?"
Arman bertanya dengan penuh perhatian.
"Nggak ada."
Sofia menggelengkan kepalanya.
"Syukurlah."
Akhirnya, Arman pun merasa lega.
"Sofia, apa kalian s

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link