Bab 406
"Dokter Lydia benar-benar menderita misandri?"
Arman sulit percaya.
Sejak kenal, Lydia selalu terlihat seksi dan berpikiran terbuka, tidak pernah ada momen penolakan.
Wajah Lydia agak memerah karena dia juga tahu apa yang dipikirkan Arman.
"Mana mungkin palsu," tegas Cassia.
"Lalu, di ruang perawatan kemarin ... "
"Lydia hanya ingin menipumu masuk ke laboratorium untuk penelitian. Dia sangat membenci pria seperti kalian!"
Cassia menatap sinis Arman.
"Baiklah."
Arman terlihat kebingungan.
Arman baru ingat Lydia pernah mengatakan padanya bahwa dia tidak tertarik pada pria.
Ternyata, itu adalah fakta.
Pada saat itu, dia masih mengira bahwa Lydia sedang bercanda dengannya.
"Sekarang kamu sudah tahu, jadi apa kamu bisa menyembuhkannya?" tanya Cassia dengan prihatin.
"Sepertinya nggak bisa."
Arman justru menghela napas dan menjelaskan, "Ini adalah penyakit psikologis. Masalah hanya bisa diselesaikan oleh Dokter Lydia sendiri, atau ... "
"Atau apa?" tanya Cassia.
"Atau mungkin muncul seorang

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link