Bab 429
"Arman, kamu nggak mau ketahuan sama Bibi, ya?"
Saat melihat reaksi Arman, tatapan Raisa menjadi semakin penuh harap.
"Kok Bibi bisa ... "
Arman tersenyum kaku.
Kemudian, dia dengan berani berkata, "Mungkin Bibi salah dengar. Tidur di lantai dingin banget, lama-lama bisa sakit."
Raisa mengangguk, lalu membalas, "Arman, jangan malu-malu dong. Kamu dan Lydia nanti jadi keluarga. Sebagai cowok kadang-kadang harus berani sedikit."
"Buahnya Bibi taruh di sini, ya. Bibi nggak bakal ganggu kalian lagi."
"Omong-omong, ayahnya Lydia kena masuk angin. Dia takut kedinginan pas tidur malam, jadi Bibi ambil dulu selimutnya, ya."
Setelah berkata demikian, Raisa mengambil selimut dari lemari, lalu berbalik ke arah pintu kamar.
Sebelum pergi, dia diam-diam memberi isyarat kepada Lydia.
Wajah Lydia memerah. Dia tahu apa yang dimaksud ibunya.
Namun, Arman tidak menyadarinya.
Dia masih hanyut dalam rasa canggung setelah hampir ketahuan oleh Raisa tadi.
Setelah Raisa pergi, Arman berkata dengan pasrah,

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link