Bab 434
"Glek!"
Arman menggelengkan kepalanya.
Perkataan tiba-tiba Lydia itu membuat kulit kepala Arman seperti tersengat listrik.
"Dokter Lydia, apa yang mau kamu lakukan?"
Arman melirik ke arah Lydia.
"Melakukan apa?"
Lydia mengedipkan matanya, lalu menatap Arman dan merayunya.
"Dokter Lydia, jangan main-main."
Arman tersenyum getir dan segera mendorong Lydia.
Apabila wanita ini terus berulah, Arman takut dia benar-benar tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri.
Perlu diketahui, Arman tidak mengenakan celana dalam saat ini.
Apabila Arman bereaksi, celaka sudah!
"Ternyata, kamu masih berperilaku baik, ya."
Setelah didorong oleh Arman, Lydia tidak merasa kecewa sama sekali. Dia sama sekali tidak menduga reaksi Arman.
"Tapi ... "
Namun, nada bicara Lydia tiba-tiba berubah dalam sekejap.
"Tapi, apa?"
Arman mengerutkan keningnya.
Arman merasa bahwa ini bukanlah hal yang baik!
"Tapi, aku pikir, kamu nggak bisa, ya?"
Lydia menatap Arman dengan tatapan menghina.
"Hahaha!"
Arman langsung tertawa terb

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link