Bab 438
"Nggak ... hanya bertanya saja."
Lydia menatap Arman dengan tatapan berapi-api dan bertanya.
Melihat reaksi Lydia yang ada di sampingnya, Arman tiba-tiba teringat sesuatu. Dia membelalakkan matanya dan berkata, "Dokter Lydia, apa kamu berpikir kalau aku menyukai Cassia?"
"Nggak kok ... "
Lydia terkejut.
Sebenarnya, Lydia ingin mengatakan bahwa Cassia menyukai Arman.
Hanya saja, Lydia tidak bisa mengatakannya. Cassia akan marah dan memutuskan hubungan dengan Lydia apabila mengetahuinya.
Sebagai sahabat terbaik Cassia, Lydia tentu saja mengetahui bagaimana perasaan Cassia pada Arman.
Hanya saja, Arman sepertinya tidak memiliki perasaan lain terhadap Cassia ...
"Lalu, apa maksudmu?"
Arman bertanya dengan terkejut.
Di dalam kamar tidur yang gelap gulita, Arman melihat Lydia yang ada di sampingnya.
"Nggak kok. Aku hanya asal bertanya saja. Aku pikir semua pria akan menyukai gadis cantik seperti Cassia. Benar, 'kan?"
Lydia mencobai Arman lagi.
"Hehe ... "
Arman pun tersenyum.
"Kenapa aku mer

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link